Tips & Trik Membaca Kontrak
Written by Millenia A. SusantiMonday, 10 November 2008 Kontrak merupakan perjanjian antara 2 pihak atau lebih untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menimbulkan efek pada perihal hukum. Perjanjian ini terjadi secara tertulis dan harus ditandatangani oleh pihak-pihak yang terlibat.
Strategi Membaca kontrak
Dalam membaca kontrak, ada beberapa strategi yang sebaiknya diterapkan oleh para pihak yang terlibat dalam kontrak.
1. Nonlinear
Kontrak tidak perlu dibaca dari awal hingga akhir secara berurutan oleh para pihak yang terlibat. Akan tetapi, lebih baik jika kontrak dibaca secara berpindah-pindah dari satu pasal/klausul ke pasal/klausul lainnya yang relevan, sehingga pihak penandatangan kontrak dapat menyusun keterkaitan materi dalam kontrak.
2. Imajinatif
Kontrak disusun dan dituliskan saat ini, tetapi isi kontrak ditujukan untuk masa yang akan datang. Hal ini membutuhkan proses yang imajinatif dalam membaca kontrak.
3. Nonliteral
Untuk memudahkan pemahaman dan tidak membuat kontrak menjadi suatu tulisan yang yang panjang dan padat, maka kontrak biasanya hanya memuat ketentuan umum dari permasalahan saja. Ketentuan yang lebih khusus atau ketentuan pelaksanaan secara teknis, biasanya dianggap telah diketahui oleh para pihak penandatangan kontrak. Oleh sebab itu, pihak penandatangan kontrak harus memiliki pengetahuan atas ketentuan-ketentuan lain yang tidak dimuat di dalam kontrak.
4. Transformatif
Ketika membaca kontrak, terkadang timbul ide/gagasan untuk melakukan perubahan isi kontrak melalui penyusunan ulang (redrafting) atau negosiasi kontrak. Untuk itu, dibutuhkan kemampuan untuk mentransformasikan pemahaman dan pengkajian atas isi kontrak sehingga menghasilkan suatu usulan perubahan atau perbaikan pasal/klausul.
5. Iteratif
Isi kontrak biasanya merupakan suatu hal yang rumit, serta antara satu pasal/klausul dengan pasal/klausul yang lainnya memiliki keterkaitan yang sangat erat. Oleh sebab itu, sangatlah tidak mungkin untuk mengetahui hal-hal yang signifikan dari masing-masing ketentuan pasal/klausul hanya dengan sekali membaca. Pihak penandatangan kontrak membutuhkan kesabaran dalam mengeksplorasi setiap pasal/klausul, karena harus membaca pasal/klausul secara berulang-ulang untuk tujuan yang berbeda-beda.
Langkah-langkah Membaca Kontrak
Agar dapat mengetahui dan mengerti isi kontrak dengan baik, seyogyanya para penandatangan kontrak mengikuti langkah-langkah berikut dalam membaca kontrak.
1. Orientation
Pada langkah ini dilakukan penelaahan untuk mengetahui kerangka umum atau struktur dari kontrak, hubungan hukum dari para pihak penandatangan kontrak, serta bagaimana tujuan dari para pihak penandatangan kontrak tercermin di dalam kontrak.
2. Explication
Pada langkah ini, penandatangan kontrak perlu fokus kepada bagaimana hak dan kewajiban masing-masing pihak terekspresikan di dalam pasal/klausul. Selain itu, penandatangan kontrak juga perlu melakukan identifikasi terhadap ketentuan-ketentuan umum yang terdapat di dalam kontrak.
3. Implication
Pada langkah ini, penandatangan kontrak perlu membaca setiap pasal/klausul dengan seksama serta mengeksplorasi hubungan antara masing-masing pasal/klausul untuk mengetahui hal-hal yang bersifat implisit di dalam kontrak
4. Remedication
Pada langkah ini, penandatangan kontrak mencari pasal/klausul yang berkenaan dengan konsekuensi yang harus ditanggung apabila salah satu pihak lalai dalam melakukan kewajibannya (wanprestasi). Hal ini mungkin saja telah diungkapkan secara jelas di dalam kontrak, atau bisa jadi bersifat implisit.
5. Evaluation
Pada langkah ini, penandatangan kontrak mengevaluasi seluruh pasal/klausul yang terdapat di dalam kontrak. Hal ini dilakukan dengan cara mengidentifikasikan kelemahan dalam penggunaan bahasa, ketentuan yang tumpang tindih atau berlebihan, ketentuan yang tidak ada tetapi diperlukan, serta ketentuan yang masih dapat dinegosiasikan.
Referensi: Budhijanto, Danrivanto. Tips & Tricks How to Read and Understand Commercial Contract







