Saturday, 19 May 2012  Home | Blog | ngedib.com | depirianto
 
 

Peran Penting Konsultan

Written by Nurjannah Sjamsudin
Wednesday, 22 October 2008 Jasa konsultasi dalam terminology bisnis adalah memberikan advice kepada klien dengan imbalan sejumlah fee tertentu. Klien mereka adalah perusahaan yang membutuhkan advice dan skill yang dimiliki oleh konsultan atas permasalahan yang sedang mereka hadapi. Perusahaan klien biasanya membutuhkan expertise dan perspektif outsider yang dimiliki oleh konsultan

Peran seorang konsultan, baik itu konsultan perencanaan maupun pengawas, memiliki andil sangat besar serta tanggungjawab dan merupakan satu faktor kunci yang turut dan sangat menentukan tinggi-rendahnya kualitas pengerjaan proyek.

Misalnya:

Ø       Konsultan Hukum

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh konsultan hukum pasar modal harus didasarkan kepada pemberian pendapat (opinion) atau penilaian (justification) yang dilakukan secara independen tanpa tanpa memihak. Independensi yang dimiliki konsultan hukum dalam menjalankan peran dan tanggungjawabnya menuntut adanya profesionalisme. Hal ini tercermin pada pengaturan benturan kepentingan (conflict of interest) yang dapat muncul antara kepentingan etik dengan kepentingan ekonomis klien. Konsultan hukum harus mampu untuk mengidentifikasikan setiap langkah dan mengungkapkan kemungkinan munculnya benturan kepentingan tersebut kepada kliennya. Dalam rangka perlindungan investor dan publik, independensi ini juga dapat diwujudkan berupa penegakkan prinsip-prinsip keterbukaan informasi (disclosure) maupun pelaporan oleh konsultan hukum pasar modal bilamana ditemukan fakta-fakta atau tindakan emiten yang dapat merugikan kepentingan investor dan publik.

 

Ø       Konsultan IT

Peran IT tidak hanya murni berupa desain applikasi, pembangunan applikasi (coding), database, hardware, pembanguan jaringan dan hal teknik lainnya. IT sudah menjadi bagian yang dapat menyumbang lebih terhadap perkembangan bisnis, bahkan dapat meningkatkan sales. Business analyst bisa dibilang adalah bagian yang mendesain sistem yang dibutuhkan oleh user. Secara umum jalur ini yang ditawarkan oleh konsultan IT.

Biasanya, konsultan akan bertanya fungi-fungsi apa yang butuhkan oleh orang bisnis, lalu dicocokan dengan solusi yang dipunyai. Bila ada beberapa hal yang tidak cocok, maka dengan senang hati, para konsultan akan melakukan “customation” dari applikasi yang mereka tawarkan agar sesuai dengan alur kerja kliennya. Tentu saja dengan bayaran “man days” yang cukup tinggi.

Jenis-jenis Konsultan

Perusahaan jasa konsultan dapat dibedakan dalam beberapa kategory yaitu:

1)     Strategy Consulting

Kata kuncinya adalah membantu eksekutif senior untuk memahami dan menghadapi tantangan strategis perusahaan mereka. Biasanya, konsultan ini bekerja sama dengan manajemen senior dalam merumuskan strategi dan rencana jangka panjang. Beberapa hanya memberikan rekomendasi dan melakukan presentasi , akan tetapi sebagian yang lain juga dituntut untuk stick around selama proses implementasi.

 

2)     Oprations Consulting

Kalau perusahaan Anda ingin menentukan bagaimana restoran anda melakukan penghematan bumbu dan bahan baku tanpa merubah menu, atau perusahaan Anda ingin memperbaharui proses pembelian dan rantai pasokan dari pabrikan, maka anda membutuhkan konsultan operasi. Konsultan ini berfokus pada proses internal klien seperti distribusi, produksi, customer service.

 

3)     Human Resources (HR) Consulting

Keterlibatan konsultan ini bisa dimulai dari sejak proses rekrutmen, melakukan training dan development, memberikan jasa konseling, membangun kultur dan komunikasi dalam perusahaan dan sebagainya.

 

4)     Information Technology (IT) Consulting

Konsultan ini menangani permasalahn bisnis yang kental dengan isu-isu teknis dari sistem/teknologi informasi. Mereka bertanggung jawab mulai dari proses analisis, desain, hingga implementasi sistem.

 

5)     E-Consulting

Adalah konsultan yang konsentrasi pada permasalahan yang terkait dengan e-business dan e-commerce dalam skala yang luas. E-business biasanya me-refer pada kegiatan bisnis yang dijalankan secara online, sementara e-commerce umumnya merupakan kegiatan yang melibatkan transfer unti moneter melalui media elektronik/internet.

 

6)     Boutique Consulting Firms

Konsultan ini biasanya hanya berfokus pada industri tertentu, fungsi bisnis tertentu, atau menggunakan metodologi tertentu. Pekerjaan yang ditangani sangat spesifik, misalnya membantu Departemen BUMN untuk menyusun struktur privatisasi dan membuat tender, melakukan turnoround sebuah perusahaan telekomunikasi yang mengalami kesulitan keuangan dan terancam bangkrut, atau melakukan process reengineering pada perusahaan otomotif dalam membuat implementasi standar bagi suppliernya.